jatuh
jatuhlah, bila kau ingin tahu rasanya
bangkit
benci saja, lalu semesta akan mengenalkanmu kepada cinta
benci dan jatuhkanlah aku
padamu, kemudian kan kuberi
cinta yang terus kubangkitkan
jakata, 05.08.2015
jatuh
jatuhlah, bila kau ingin tahu rasanya
bangkit
benci saja, lalu semesta akan mengenalkanmu kepada cinta
benci dan jatuhkanlah aku
padamu, kemudian kan kuberi
cinta yang terus kubangkitkan
jakata, 05.08.2015
DHUHA
terik sinarmu
menghangat langkah
mencerah hari ini
matahari bernyanyi
jatuh berjalan
kotaku gaduh
[copyright by Jiwang Muhtadin : Jakarta, 13 Juni 2012]
SUPERMOON
: suara dari simpang jalan
Aku lapar, Tuan. Ingin kutelan bulan yang rasanya berporsi ganda itu.
[Jiwang Muhtadin : Jakarta, 6 Mei 2012]
DI DALAM SAJAK YANG BUGIL
Sungguh!, aku ingin meraba kelaminmu.
[Jiwang Muhtadin: Jakarta, 26 April 2012]
Buat Lencana Anda
aku hanya debu trotoar di simpang jalan. anginlah yang terus memaksaku mengembara tanpa persinggahan. semuanya serba sementara. agar tak kehilangan ingatan, maka aku mencatat setiap peristiwa tiga lampu itu. di sini, sebagai permulaan bagi kita, bersapa, berbagi rasa dan arah, dan berdamai dengan marka.
di simpang jalan, aku diajarkan keterasingan dalam kebisingan. di simpang jalan, aku berbagi arah. di simpang jalan, tiga lampu menjadi pelita. di simpang jalan ini pula, kita berjumpa dan berpisah pada waktu yang sama.
[Jiwang Muhtadin]