penyendirian
aku tak perlu siapasiapa
untuk menulis puisi
tidak juga kau!
aku sepasang mata
yang tak kemanamana
kecuali melajur lesung pipi imaji
jemari sekehendak sendiri
mereka bukan remote
yang patut jadi kendali
cukup. kita hanya fungsi
fungsi yang terusmenerus berlari
yang berapi mengenali panas
yang mendingin air menamai es
yang mengkristalkan asin dalam garam
fungi adalah sebagian bayi
yang lahir di atas lebam lembab
lembah dadaku ini
aku mengerti kita hanya serangkai
nadi. setiap kali kau bernapas
aku ingin menghantar darah
ke rumah jantungmu
[copyright by Jiwang Muhtadin : Jakarta, 5 mei 2011]
demimu, aku tulis puisi kita
demi mengulang percakapan kita
demi mendulang senyum
tangis dan tawa bersama
aku ingin menulis puisi
lebih lama lagi
lebih sabar menanti
kepulanganmu
[copyright by Jiwang Muhtadin, Jakarta, 5 mei 2011]
Mimpi
aku lari pagi
di taman tanpa
polusi
di tengah kota
yang keranjingan
akan industrialisasi
[copyright by Jiwang Muhtadin : Jakarta, 5 Mei 2011]

