kecuali bara jantungmu
: Jelita Suntik
Lalu dimana lagi aku bisa meledak-ledak selain di bingkaimatamu, sayang?. Seserpih awan itu adalah suaraku yang memanggilmu. Memintamu menari-nari, mengiringi irama deting genting dan rintik bising di dadaku.
Saat ini aku hendak menelanjangi segala jarak. Memangkas segala isak. Walaupun pada akhirnya aku tahu, kita akan sama-sama melebur di karat gigil yang keramat. Kemudian takkan kutemukan lagi tempat untuk berhangat ria kecuali pada bara jantungmu.
[copyright by Jiwang Muhtadin : Jakarta, 12 Mei 2011]


0 comments:
Post a Comment