di bagian pundakku, masih ada atasmu

di bagian pundakku, masih ada atasmu

ah! aku bahkan masih kembali
dan akan kembali lagi
ke simpang jalan yang pernah kita lalui
setiap hari, aku tunggu kau di sana
tapi kau tak ada
pikirku, mungkin kau tersesat di tikungan lain
atau kau telah amnesia pada marka
yang waktu lalu kita buat bersama
entahlah, aku enggan menerkanya
atau tanpa sadar bisa saja
cermin-cermin di punggung kita
sama-sama retak
mengurai segala detak
menepis jauh jarak
sampai-sampai aku tak peduli lagi
pada sayat-sayat seserpih awan
yang membasahi tubuhku
atas bayang-bayang dirimu
kau tahu, sekalipun padaku
ada banyak hal yang rampung tentangmu
tetap akan selalu ada
tempat di bagian pundakku
bila kau butuhkan sandaran
seperti halnya dulu
kau pernah mendikte air mata,
kekesalan, dan canda tawa
bahagiamu
kepadaku

[copyright by Jiwang Muhtadin : Jakarta, 28 Mei 2011]

Category: 0 comments

0 comments:

Post a Comment