Catatan Kecil di Simpang Jalan, 2

Catatan Kecil di Simpang Jalan, 2

Kau adalah puisi yang terpampang pada marka. Mengarahkan langkahku ke lumbung paling limbung. Dan jarum di dalam jerami segala kemungkinan adalah petunjuk jalan yang tak pernah berujung pada rumahmu.

Tak mudah bagiku menerjemahkan rambu-rambu darimu. Selalu tumbuh kata keliru. Berkembang menjadi bimbang. Kemudian gugur di kaburnya bayang-bayang.

[copyright by Jiwang Muhtadin :  Jakarta, 23 Juni 2011]

Category: 0 comments

0 comments:

Post a Comment