Hening Penyair Amatir

Hening Penyair Amatir


Mungkinkah aku akan seperti mereka?
Sementara aku bagai guguran daun muda  dan berduka
Menjadi tua bukan karena usia
Menjadi mega bukan karena senja

Patutkah kupungkiri rasa bersalah
Membantai asa dengan ribuan aksara
Dan Jakarta rupanya hendak berpaling muka
Bilamana lidah tak mampu bersuara
Terterkam di alam berbeda di bawah pusara-pusara

Aku merasa lelah dari ketimpangan dunia
Raga-jiwa seakan-akan sirna
Terendam bersama kedalaman samudera
Isak bait-bait lantas membahana
Menggema ke seluruh penjara
Terbesit di balik jeruji-jeruji besi
Terbelah diantara dimensi-dimensi

Mungkinkah rangkaian yang kubuat
Akan menyusuri letak-letak para kerabat
Untuk mengecup dahaga di telaga-telaga keramat
Tergores, membekas sampai berkarat
Akankah ia tetap sehat
Di atas rak-rak berkat

Keadaan membuatku bertanya
Mengapa sulit dicerna meski hanya sederhana?
Apakah warna tak tampak pada asa
Atau asanya yang telah buta?

Demi dinamika pembiasan cahaya pada prisma
Akankah aku dalam daftar yang sama
Seperti halnya mereka menyandang nama?

[copyright by Jiwang Muhtadin : Jakarta, 2 Agustus 2010]

Category: 1 comments

1 comments:

Anonymous said...

pengharapan yang membuatku terharu, tak ada yang tak mungkin di dunia ini, tetap semangat Penyair..

Post a Comment