detak sajak tergeletak
: di jantungmu, Emi
1/
adalah rindu pusara dan angkuhnya usia
adalah remah masa petang menjelma malam
(bukankah kemarin serdadu hening tersadur
pada rotasi jam dinding?)
kemudian
kemudian kamu berdiri kembali
seusai malam meminta
tambahan waktu
seraya semedi bulan memadu
gulita
di antara batas itu
ujung-ujung gelisah
tak menentu
tepi-tepi membaca
seserpih bisu
2/
adalah tingkat sajak terikat galau
adalah kilat menggeliat silau
(bukankah sekarang sebising tanya
pada sunyi tebing?)
kemudian
kemudian doa-doa menyembahyangkan kalam
selepas hitam pualam
meyabit sesal di masjid langit
Al Malik
3/
jantungmu
jantungku
juga yang lainya
(akankah esok lusa segemerincing nada
pada puisi bening?)
kemudian
kemudian suara menata semesta
ketika tanah memapah
bahagia
bersama udara bernama
keluarga
4/
akhir bait meriwayat arti
ku siratkan nadi baris ini
menjadi puisi
untukmu, Emi Suyanti
[copyright by Jiwang Muhtadin : Jakarta, 2 Februari 2011]
: di jantungmu, Emi
1/
adalah rindu pusara dan angkuhnya usia
adalah remah masa petang menjelma malam
(bukankah kemarin serdadu hening tersadur
pada rotasi jam dinding?)
kemudian
kemudian kamu berdiri kembali
seusai malam meminta
tambahan waktu
seraya semedi bulan memadu
gulita
di antara batas itu
ujung-ujung gelisah
tak menentu
tepi-tepi membaca
seserpih bisu
2/
adalah tingkat sajak terikat galau
adalah kilat menggeliat silau
(bukankah sekarang sebising tanya
pada sunyi tebing?)
kemudian
kemudian doa-doa menyembahyangkan kalam
selepas hitam pualam
meyabit sesal di masjid langit
Al Malik
3/
jantungmu
jantungku
juga yang lainya
(akankah esok lusa segemerincing nada
pada puisi bening?)
kemudian
kemudian suara menata semesta
ketika tanah memapah
bahagia
bersama udara bernama
keluarga
4/
akhir bait meriwayat arti
ku siratkan nadi baris ini
menjadi puisi
untukmu, Emi Suyanti
[copyright by Jiwang Muhtadin : Jakarta, 2 Februari 2011]


0 comments:
Post a Comment