kepada (sajak) yang tak kunjung datang

kepada (sajak) yang tak kunjung datang

entah kesekian kalinya
rona-rona luntur di angkasa
entah kesekian kalinya pula
aku menjelmakan senja di sana
menanti di sekarat nadi
mungkin esok hari
kau tengok aku, saat bendera kuning
mulai bergeming tertiup angin di samping
tiang petang
dan saat itu
waktu adalah namaku tanpamu

[copyright by Jiwang Muhtadin : Jakarta,  28 Desember 2010]

Category: 0 comments

0 comments:

Post a Comment