Doa Gunung Kepada Tuhan
Tuhan, katamu Kau maha melihat
Tapi apa?.... kau biarkan aku sekarat
Hutan yang dulu menjadi selimut tidurku kini lenyap
Dibabat oleh ketamakkan manusia laknat
Bagaimana aku jalani malam yang dingin dan pekat
Aku menggigil. Sangat menggigil Tuhan
Tuhan, katamu Kau maha mendengar
Tapi apa?... rintihan pesisir sebegitu menggelegar
saat para bakau sebagai pacarnya
dihajar oleh keserakahan bos-bos bergelar
dimana Kau, ya Tuhan yang Maha besar
Ah, Tuhan.
Aku tahu kami adalah alam
dan ditugaskan olehMu menghidupi manusia
Tapi apakah Kau tak peduli pada keserasian kami
Sedikit saja Tuhan
Agar mereka sadar, bahwa kami pun punya nyawa
Kami punya emosi
Jadi, maafkan aku, ya Tuhan
Apa bila aku marah kepada hambaMu
Yang kau sebut dengan nama "manusia"
Satu tanya kami padaMu, ya Tuhan
Adakah hak asasi alam?
[copyright by Jiwang Muhtadin : Jakarta, 22 Nopember 2010]
By jiwang muhtadin
Category:
alam,
puisiku
0
comments


0 comments:
Post a Comment