meritmekan rindu
aku tak pernah menyangka
semua aksara kan berubah menjadi kabar berita
tapi entah kenapa ada rasa kecewa di dalam dada
karena banyaknya tanda tanya rahasia
mengapa tak ada paragraf tentangmu di sana?
pada kalimat yang tergurat di dinding kertas buram itu
harus kucari di halaman ke berapa
agar aku bisa membaca senyum manismu
aku di sini
akan terus meritmekan rindu
untuk bertemu denganmu
[copyright by Jiwang Muhtadin : Jakarta, 20 Desember 2010]
By jiwang muhtadin
Category:
puisiku,
rindu
0
comments


0 comments:
Post a Comment