Revolusi Senja

Revolusi Senja

Ini adalah sebuah cerita
Tentang kediktatoran pikiran
Sebuah kebebasan terkekang oleh satu pola
Mengorbankan ujung asa dari sebuah impian
Pengikisan atas hak imajinasi klasik
Alunan musik mengusik berisik
Mendaratkan ritme-ritme harmoni
Di setiap jengkal keberadaan sebuah revolusi

Pagi menuju waktu petang
Mentari berlari menjauhi dimensi timur
Mereka yang berkata lantang
Hingga malam gulita ia tertidur
Sejak awal komando persatuan di galang
Untuk sebuah revolusi di saat senja datang

Kami, generasi dengan sejuta imajinasi
Imajinasi yang melahirkan bayang-bayang
Bayang-bayang tentang kebebasan
Tentang arti sebuah kedaulatan
Kami, generasi dengan  bermacam-macam intuisi
Intuisi yang mengokohkan tiang-tiang
Tiang-tiang untuk dapat pengakuan
Pengakuan akan sebuah kenegaraan

Semua hitam, kelabu, putih, ataupun mega
Ada harganya
Raga dan nyawa demi kehormatan bangsa
Itulah taruhannya

Sampai berakhir perjuangan
Mengalahkan lelah yang tak berpegangan
Kompas yang terhempas
Ke dasar laut lalu kandas
Jasad diterpa tanah kubur
Di kemudian hari nama bangsa akan subur

Revolusi bukan untuk masuk dalam daftar album kenangan
Rasa kebanggaan mengalir tak berkesudahan
Seperti sinar mentari di pagi dan siang hari
Juga saat senja sebelum ia menutup diri
Lalu berbalut rembulan sebagai pengganti

[copyright by Jiwang Muhtadin : Jakarta, 22 Nopember 2009]

Category: 0 comments

0 comments:

Post a Comment