tak perlu terdengar
tak perlu terdengar
samar-samar pun buyar
terbakar
lalu pudar
tak usah ada riak air mata
sendiri
aku belatung yang tlah mati
tanpa sempat menjelma
lalat dewasa
mungkin dengan itu kau tak perlu membeciku
[copyright by Jiwang Muhtadin : Jakarta, 2 Januari 2011]
By jiwang muhtadin
Category:
puisiku
0
comments


0 comments:
Post a Comment