sebuah tanya tiba-tiba
tiba-tiba ada tanya tanpa tanda
tanpa aba-aba di kepala
tanpa suara menyapa daun telinga
tanpa kata-kata yang biasa
kau titipkan pada mata
hey dimanakah gerangan dirimu?
ketika kubuka halaman peranggas jarak
mataku tak mendengar wajahmu
siulanmu lenyap sekejap
dari tatap eja jemariku
aku mencari dimana sisa celotehan
yang kemarin kita bawa ke meja dunia
yang sekumpulan canda itu membara tawa
tak ada!
sebenarnya dadaku bergetar
aku gusar karena tak mengerti
hendak kemana kau pendar
segala binar yang sebelumnya
kau hingarkan dalam hangatnya persahabatan
Oh kawan!
kau meremah pulang
tanpa satu memo kau tinggalkan
untuk satu kalimat perpisahan kepadaku
sekalipun memang tak pernah ada perjumpaan
diantara kita senyata apa yang kau pandang
dihadapanmu sekarang
semua bermula tanpa tujuan
semua berakhir tanpa kepastian
akhirnya buku harian pun kini
hanya membayi bayang-bayang ilusi
[copyright by Jiwang Muhtadin : Jakarta, 6 Maret 2011]
tiba-tiba ada tanya tanpa tanda
tanpa aba-aba di kepala
tanpa suara menyapa daun telinga
tanpa kata-kata yang biasa
kau titipkan pada mata
hey dimanakah gerangan dirimu?
ketika kubuka halaman peranggas jarak
mataku tak mendengar wajahmu
siulanmu lenyap sekejap
dari tatap eja jemariku
aku mencari dimana sisa celotehan
yang kemarin kita bawa ke meja dunia
yang sekumpulan canda itu membara tawa
tak ada!
sebenarnya dadaku bergetar
aku gusar karena tak mengerti
hendak kemana kau pendar
segala binar yang sebelumnya
kau hingarkan dalam hangatnya persahabatan
Oh kawan!
kau meremah pulang
tanpa satu memo kau tinggalkan
untuk satu kalimat perpisahan kepadaku
sekalipun memang tak pernah ada perjumpaan
diantara kita senyata apa yang kau pandang
dihadapanmu sekarang
semua bermula tanpa tujuan
semua berakhir tanpa kepastian
akhirnya buku harian pun kini
hanya membayi bayang-bayang ilusi
[copyright by Jiwang Muhtadin : Jakarta, 6 Maret 2011]


1 comments:
bagus banget nih..jadi ingat kawan dekatku yang tiba tiba hilang tanpa pesan...mmm*tink
Post a Comment